Sunday, June 25, 2006

Do You Recognize This? :P


SMA kita tercinta dilihat dari atas.




SMPN 1 Ungaran




Renang.. renaaaaangg....




Kalo ini yang bisa mengenali cuma Bambang. Rumahmu yang mana Mbenk???







-godril-

Tuesday, May 16, 2006

Happy B'Day Blog....!! Bravo Admin...!!

Happy B'Day Blog... Hidup Admin... Teruskan perjuanganmu mas Admin, kami semua mendukungmu... Jangan seperti yg lain cuman bisa usul koar2 ke sana kemari, ganti topic bambang, ganti foto bambang, tapi kagak mau posting sendiri... Di shoutbox yg lama juga ada yg bilang klo kita cuman bahas masa lalu aja, so, kenapa die kagak mau mulai buka topic mengenai masa depan ???
Kayak gini nih... untuk men temen yg masih jomblo dan yg mau ngukur, ada love meter test nih, monggo dipergunakan sebagaimana mestinya :
http://www.gemintang.com/lovemeter/?o=7206085

met mencoba ya,

Wednesday, May 10, 2006

Lebih Dari Setahun

Aku baru sadar usia blog ini sudah lebih dari setahun. Tidak banyak cerita yang udah diposting di blog ini. Tidak banyak juga pengunjungnya, kira-kira 4 netters tiap harinya. Pengunjung aktif pun tidak lebih dari 10 orang. Jadi bisa dibilang blog ini tidak banyak manfaatnya. Tapi aku masih berharap, blog ini bisa menjadi media komunikasi kita yang semakin hari semakin jarang kirim sms, telpon, apalagi kumpul-kumpul.
Berawal dari kumpul-kumpul di Bandungan 2 tahun yang lalu. Tercetus ide untuk membuat media komunikasi, klo gak salah waktu itu yang ditugasi adalah mas Wisnu. Dan berkat usaha mas Bambang dan Mas Mega (masih Mas kan?) akhirnya terbentuklah milis yang numpang di yahoo dengan alamat sma1ungaran-93@yahoogroups.com , sebuah nama yang menurutku agak aneh terutama dengan angka 93. Awalnya sih cukup rame dan seru. Tapi aku mulai terganggu, karena baik email kantor sering banget ngadat akibat serangan berbagai virus, sementara untuk buka email di situs lain, minta ampun lambatnya.
Akhirnya muncullah ide untuk membuat blog. Iseng-iseng, dengan bekal nol pengetahuan tentang bikin web, trial & error dan bantuan www.blogger.com , blog yang kubayangkan, bisa terwujud walaupun sangat sederhana. Ingin rasanya menambahkan pernak-pernik dan mengubah tampilan blog ini, tapi masih belum ada ide. Kuharap mas Wisnu yang jago internet dan juga jago animasi bisa membantu, mas Bambang juga, atau ungaraners lainnya. Dan dengan semakin lemotnya internet di kantor, angan untuk memberikan tampilan yang lebih menarik pada blog ini pun semakin menyusut.
Akhirnya, aku cuma mau minta maaf, jika dalam setahun terakhir, aku tidak bisa memberikan pelayanan terbaik terkait dengan blog ini, dan juga minta maaf jika banyak kata-kata yang kurang berkenan. Masih ingat dulu pernah ada tulisan "Do the Best!" di kelas kita kan?, so...just do it!
hereg...hereg...hereg (ikutan godril)
Administrator

Friday, April 21, 2006

Saat Masih Langsing

Liburan ke pantai Mbaron pertengahan 1996, sesaat setelah kita lulus SMA, hampir sepuluh tahun yang lalu. Buat para cowok, mungkin itulah masa langsing kita, coba ngaca betapa kita sekarang udah pada tembem. Di-antara para lelaki mungkin hanya pak nardi yang gak berubah bodynya sampe sekarang. Klo buat para cewek sih, kayaknya gak banyak yang berubah body-nya.
Sekarang coba mo ngabsen, karena ada beberapa wajah yang blur, nah klo salah tulung dkoreksi. Mulai dari yang ngadek paling kiri, klo gak salah cowok yang mau nggigit cewek di depannya itu adalah soni isnurwanto (teman sekosan). Trus cewe di sebelah adalah Desti TA (udah punya anak berapa sekarang ya?). Sebelahnya desti adalah cowok yang montok berisi mirip banget ama akbar tanjung, dia adalah Pak Nardi (wali kelas kami hehehe). Sebelahnya lagi adalah cewek seksi yang bajunya ketat banget itu adalah Wuri Parwari (kok waktu itu bisa seksi banget gitu Wur, eh kapan nikah ama Adi?). Sebelahnya lagi,...waduh siapa ya? mungkin Dian Anugraheni (kafenya tambah laris ya?) Sebelahnya Dian adalah Venus (hehehe aku lupa nama lengkapnya), kekasihnya mas Bambang pada zaman dahulu kala, kalian masih ingat waktu pulang dari piknik itu kan? bikin ngiri teman-teman satu bus. Sebelahnya lagi adalah Rachmadi Bagus Murdhono alias gue hehehe, aku gak kepikiran kok waktu itu aku udah pegang-pegang janggut padahal belom punya jenggot, klo sekarang sih sudah lumayan lah jenggotnya.
Gantian yang pada nglemprak. Mulai dari paling kiri adalah mas Eko Yuli, cowok paling seksi sedunia saat melakukan lay up, dan mengkado cewek pujaan hati dengan kaset mili RC Formation (rudy chysara vokalisnya), dan klo gak salah, itu tejadi atas rekomendasi dari mas Bambang, eh Eko Yuli anaknya udah berapa sekarang ya? Sebelahnya Eko, lebih mirip seperti seorang Vietkong dari pada anak Kyai NU, adalah Mohammad Ahsin, seorang yang paling getol naik gunung diantara kita dan kayaknya paling jago maen gitarnya, terutama nyanyi "Suci Dalam Debu". Sebelah Ahsin adalah Adi Wiyana, gak usah diceritain karena udah banyak diposting di blog ini (bukan sentimen lho Nang). Sebelahnya Adi adalah mas Dwi "Yoppie Latul" Asta hehehe,harusnya dalam portrait ini, kamu berada pada posisi berdiri paling kiri (nggantiin soni, tapi tidak dalam pose mau gigit desti ya?) Sebelahnya Dwi adalah...klo gak salah mas Ahmad Fauzi, guru spiritualnya mas Godril sekaligus pemain drum yang sangat suka ndengerin musik trash metal tapi juga pengin mendalami sufism. Sebelah Fauzi adalah... blur juga, tapi kayaknya Mohammad Wahyu Rifqi, walaupun kelihatannya aku teman dekatnya, sungguh...aku gak tahu banyak tentang dia, bagiku dia adalah seorang lelaki yang sangat misterius, hanya aja adiknya cakep-cakep lho. Paling bontot dan ujung seperti biasa adalah Prof. Dr. Ir. Gabriel Hermawan Wisnu Boy, MBA. alias godril, the greatest liar that I've ever known, masih ingat saat kita membubuhkan gelar akademik pada nama kita di kertas ulangan bahasa Indonesia Bu Indrastuti? seperti biasa, hukumannya adalah cubitan maut.
Hanya sebuah memory yang tak mungkin terulang lagi...
Posted by Picasa

Tuesday, April 18, 2006

Geser Bambang dengan Tiara

Masih ingat tiara lestari kan, aku pernah posting link gambar telanjangnya di majalah playboy Spanyol beberapa waktu yang lalu di blog ini. Sudah pada ngecek gambar telanjangnya? hehehe. Kabarnya cewek asal Solo ini sekarang insyaf dan pulang ke Indonesia (dulu tinggal di Singapura). Beberapa waktu yang lalu, sebuah stasiun TV swasta menggelar talkshow dengan bintang tamu cewek berkulit gelap ini. Cukup menarik dan ringan, juga bisa menonjolkan sisi tiara lestasri sebagai ordinary girl yang juga bisa tertawa, menangis, haru... Penampilan tiara di tv malam itu cukup luar biasa, tidak ada yang cantik dari dia, tapi sungguh sangat sensual, mungkin juga karena pengaruh citra yang sudah terlanjur melekat pada dirinya sebagai model yang berpose telanjang.
Dia cerita tentang masa kecilnya yang lumayan susah dan harus ngebantuin ibunya jualan ketoprak, dan dia juga menceritakan tentang keinginan ibunya agar dia tidak berpose telanjang lagi, dan akhirnya balik ke Indonesia, menyusun sebuah rencana besar untuk mengubah citra dari model telanjang (porno) menjadi model yang benar-benar elegance.
Beberapa gebrakan sudah dia lakukan untuk mendukung karirnya sebagai model profesional (tanpa harus telanjang). Salah satunya adalah menulis blog yang beralamat di www.tiaralestari.blogspot.com, terus juga bikin pameran photo yang bertajuk "from sensual to elegance" yang rencananya digelar di Sudirman Plaza 22-30 April 2006 ini, trus jualan album yang berisi foto-fotonya (kalian bisa dapat dengan harga sekitar 230-an ribu, dan informasinya bisa dilihat di blog-nya tiara). What a nice turn, luar biasa, semoga langkah positif tiara bisa berhasil dan menjadi contoh bagi banyak orang untuk berbuat yang lebih baik. Dan smoga ada dari kalian yang mau beli albumnya tiara, ntar aku pinjam ya hehehe, atau ada yang mau ngajakin nonton pameran fotonya?
Aku pikir, sudah cukup melaksanakan aspirasi kalian untuk menggeser fotonya Bambang, sebetulnya sih pengin posting photonya tiara, tapi PC ku lagi lemot, jadi gak bisa posting foto, kapan-kapan aja yah.
Ps : Mbang suri ya, harus digeser, ntar kamu posting lagi aja foto lainnya hehehe

Wednesday, February 01, 2006

19 Januari = Pernikahanku


Rachmadi, tambah satu lagi yg harus diingat dari tgl 19 Januari, Pemberkatan Pernikahan Bambang-Vica, 19 Januari 2006.
Hmmm... jadi tiap kali aku ngerayain ultah nikahku, aku akan selalu inget org yg berulangthn pd tgl yg sama... (garing gak sih...hehehe)
Mohon maaf gak sempet posting undangan, but tks so much buat temen2 yg smpt hadir ke resepsiku...
Wish tmn2 jomblo yg lain segera menyusul ya....
I love u all.







Wednesday, January 18, 2006

Buat Yang Terbaik (Jangan Ngiri Ya Dril)

Barusan buka-buka galery di otakudang hasil karya mas Godril, dan ngelihat wajah ini, wajah seorang yang nggak pernah merelakan prestasi ranking 1 bagi siswa lain di kelas kami waktu itu. Gelar pelajar teladan se-kabupaten Semarang pun pernah dia raih. Soal pinter, nggak usah diperdebatkan lagi. Wali kelas kami yang guru fisika saja kalah pinter dibanding dia, jika harus ngerjain soal-soal fisika hehehe.
Jadi teringat, 19 Januari ini mungkin akan hari yang spesial buat dia. Karena hari ini adalah hari ultahnya. Selamat ya bu!!! Entah ulang tahun yang ke berapa ya? Kayaknya nggak etis klo harus ngomong ultah yang ke berapa.
Lebaran kemarin masih sempat maen ke rumahnya di daerah Mijen, ketemu sama suami dan anak perempuannya yang super aktif, kayaknya tuh anak nurun sifat dari ibunya. Lulusan Teknik Kimia UNDIP ini kayaknya udah cukup makmur, terbukti udah punya rumah sendiri dan mobil sendiri (kapan giliran saya punya itu semua ya...hiks...hiks...hiks).
Entah kenapa, ranking 1 koq begitu sakralnya sehingga hanya kamu yang bisa meraihnya di kelas kami, padahal ada enam semester untuk bisa mengubah itu semua. Nilai NEM tertinggi pun gak mau kau relakan untuk diraih oleh orang lain. Kalau pinter gantian donk !!! BTW makasih mbak Ary yang pernah memberikan nama kepada kelas kami dan sekolah kami (NEM tertinggi di SMA dan Pelajar Teladan se-Kabupaten Semarang). Sekali lagi selamat ulang tahun, dan semoga menjadi Ary Kusumawati yang lebih baik dan yang selalu terbaik (selalu ranking 1).
Oh ya, ada satu lagi teman kita yang ultahnya 19 Januari, buat mbak Nuning Suprobojati, met ulang tahun juga, semoga menjadi ibu yang baik, dan bahagia selamanya.
Pokoknya selamat buat kalian berdua ya !!!


Note : mungkin dua orang di atas gak akan membaca blog ini, buat teman-teman komunitas ini, apa susahnya kirim sms ke mereka en just say :"happy birthday to you!!!"
Posted by Picasa

Thursday, December 29, 2005

Reuni Bandungan 2004

Sori telat setahun, tapi ndak pa pa.. daripada ndak telat sama sekali. Hihihi.
Bagi yang mau download pic reuni Bandungan, sudah bisa di klik di sini. Begitu saja. Terima kasih.

ttd



hereg..hereg...hereg

-godril meneh-

Wednesday, December 28, 2005

Foto Reuni

Berhubung saya tidak mudeng bagaimana kudu mengaplod gambar, maka foto saya upload somewhere else. Di mana sudara-sudara sekalian boleh download sak jebate benwit masing-masing. Linknya bisa di klik di sini. Okay...selamat berjuang.


ttd



hereg...hereg...hereg

-godril-

Monday, November 28, 2005

Jasmine Kamila Aditi


Eh kasihan tuh bapaknya, cuman nongol kacamatanya doank

Aku bingung mo nulis apaan, pokoknya selamat atas puteri pertamanya, selamat karena itu orok gak mirip bapaknya hehehe. Semoga menjadi wanita solihah.
Oh ya klo ejaan namanya salah tolong dikoreksi ya.
Tang kintung kintang kintung, dung pes dung pes dung pes, tak lelo lelo lelo legung, jing nggojing nggojing nggojing,... udah ah om kerja dulu yah... ntar klo ada waktu diterusin postingnya.

Friday, November 11, 2005

Birin...Birin...

Kamis kemaren, selepas sholat maghrib di ITC Cempaka Mas, di sebelahku Adi sedang nelpon si Ndhut, hehehe, teringat sobirin, kutelpon dia.
HP ku: tut...tut...tut...tut...(kayak naik kereta api saja)

Sobirin: Hoi puenak tenan Gus, kowe ndang cepet ningkah, puenak tenan

Aku: (masih agak bingung yang puenak apane ya?) Rin wis persiapan malam pertama durung

Sobirin: Wah rasah kesuwen ndadak malam pertama, aku mau ijab jam 11, trus ba'do Ashar langsung...

Aku: (?!#@???, wah lha kok wis digarap) Wah dadine ora malam pertama tho Rin, kuwi jenenge sore pertama

Sobirin: heeh siang pertama, tapi nanti malam tetep ada malam pertama

Aku: (?!#@???, cuman geleng-geleng kepala)

Sobirin: Wis tho gus, lek ndang ningkah, wis pokoke uenak tenan. Puenak banget e, aku nganti lemes ngene

Aku: Lha kowe maen ping piro Rin, kok lemes ngono?

Sobirin Yo ping pisan tho (nadanya kayak orang membanggakan diri)

Aku: Walah ping pisan wae kok lemes, lha pas kuwi bojomu ngguyu atau mrengut?

Sobirin: Merem... hehehehe

Aku: (cuman bisa senyum dan menggelengkan kepala lagi), yo wis, iki Adi arep ngomong, wassalamu'alaikum !!

Sobirin: Yo..wa alai..

Kuserahkan ponsel ke Adi, dan udah nggak ngerti lagi mereka ngobrol apaan. Semoga mas Sobirin dan istrinya (sampai saat ini aku gak tahu namanya dan belum ingat untuk nanya) menjadi keluarga yang sakinah mawadah warrahmah, banyak punya anak soleh /solihah, dan bisa berguna bagi om dan buleknya (ungaraners) ini. Selamat yo Rin!!!

note : tanpa mengurangi inti cerita, ada beberapa bagian dalam percakapan tadi yang dipotong (di-edit) supaya tetap layak nampil di blog ini hehehe

Friday, October 28, 2005

Sindrom Kevin Bacon

Siapa sih yang tidak tau Friendster? Hampir semua yang kenal baik dengan internet dan relatif muda (tidak menutup kemungkinan yang tua juga ada), hampir dapat di pastikan memiliki account di web satu ini. Untuk cari gebetan, jodoh, teman, rekan bisnis, atau apa sajalah. Sering juga kita dapat melihat link seseorang yang baru kita kenal ternyata kenal juga dengan seseorang yang lain. Jadi ternyata teman baru saya adalah teman baik dari temannya teman saya dan temannya teman saya adalah pacar tetangga saya, dan seterusnya, dan seterusnya.

Tidak perlu mendaptar di Friendster untuk mendapatkan gejala yang sama. Di sebuah kantor LSM, di Yogyakarta, waktu itu seorang wanita muda berkacamata sedang asik menyusun presentasinya di ruang rapat. Saya duduk di dekatnya untuk membaca koran. Dan entah bagaimana pembicaraan pun terjadi. Buntutnya? "Lho mas dari Ungaran ya? Dulu SMA mana?" Jawab saya, "SMA N 1 Ungaran mbak, kenapa?" "Wah kenal almarhum Danang ya? Dia teman kuliah dan KKN saya" Dan setelah dirunut ternyata saya dan wanita ini kenal baik juga dengan keluarga orang yang disebut tadi karena kebetulan adik dari seseorang yang bernama Danang ini adalah teman satu kelas saya sejak SMP sampai lulus SMA.
Dan inilah yang disebut sindrom Kevin Bacon. Asal muasalnya adalah dari sebuah game di sebuah pesta yang bernama "Six Degrees Of Kevin Bacon" yang mencoba menghubungkan semua bintang film melalui link kerja sama pembuatan film. Misal, Harrison Ford dan Kevin Bacon belum pernah bekerja sama dalam sebuah film. Tetapi Kevin Bacon dan Lawrence Fishurne pernah membintangi film yang sama, Quicksilver. Sementara Fishburne dan Sean COnnery membintangi film Just Close, dan yang akhirnya Sean Connery bermain bersama dengan Harrison Ford dalam film Indiana Jones - Last Crusade. Jadi Harrison Ford hanya berjarak 3 link dari Kevin Bacon.

Di pertengahan tahun 1998, Duncan Watts dan Steven Strogatz, dua orang ahli matematika, mengembangkan sebuah teori baru tentang jaringan ini. Mereka melihat pada 3 jenis jaringan yang berbeda, baik yang biasa maupun yang terorganisir, baik yang acak atau pun yang tidak. Contoh yang mereka ambil adalah link bintang film, jaringan pembangkit listrik di USA bagian barat, dan susunan syaraf dari seekor cacing dari jenis Caenorhabditis elegans. Kedua ahli matematika tersebut mendaftar 225.226 bintang film dalam jaringan pembuatan film, 4.941 generator listrik, dan 282 sel syaraf cacing tersebut, untuk menyimpulkan bahwa ada penghitungan yang dapat dilakukan untuk menemukan hubungan dalam konsep jaringan yang rumit ini. Penghitungan ini kemudian di sebut Average Path Length, angka terkecil dari sebuah link untuk masuk ke jaringan bintang film, atau satu generator ke sebuah transformer, atau satu sel syaraf dengan sel syaraf lain.

Pengukuran kedua adalah Clustering Coefficient, yang berupa pecahan kecil kelompok bintang film, generator atau sel syaraf yang berhubungan langsung satu sama lain dalam satu lompatan/link. Mereka menemukan bahwa hanya satu atau dua link/hubungan yang acak untuk membuat perbedaan untuk mengubah sebuah dunia yang luas dan liar menjadi dunia yang kecil dan bersahabat. Misal, beberapa orang dari lingkungan Duncan Watts tumbuh (TooWoomba-Queensland Tenggara), hanya berjarak satu degree/tingkat (seperti istilah link di Friendster) dengan watts, dua degree/tingkat dari saudara perempuan Watt yang bekerja sebagai diplomat, dan hanya tiga degree/tingkat dari salah satu pemimpinm Kambodia, Pangeran Norodom Ranaridh.

Jadi jika membicarakan tentang susunan syaraf otak manusia, kebanyakan syaraf otak berhubungan dengan sel syaraf yang berdekatan, tapi terkadang ada juga sel syaraf yang berhubungan dengan bagian lain dari otak, dan tidak ada yang tahu kenapa ini terjadi. Sebuah teori menyatakan bahwa sebuah sell yang berjauhan dapat memicu gelombang epilepsi, dan seperti halnya sebuah jalur kebakaran yang dapat menghentikan kebakaran lain yang menjalar, sebuah sel otak lain yang letaknya berjauhan dapat menghentikan serangan epilepsi sebelum sel pemicu menjalarkan serangan epilepsi ke seluruh bagian tubuh.

Hal lain lagi adalah tentang STD (Sexually-Transmitted Disease - Penyebaran Penyakit Melalui Hubungan Sex), terkadang orang hanya memiliki sedikit pasangan saja, tetapi hanya diperlukan satu atau dua orang saja yang sangat aktif secara seksual untuk menyebarkan epidemik. Beberapa ilmuwan menimpakan kesalahan penyebaran AIDS yang sangat cepat di India kepada beberapa sopir truk yang terinfeksi.

Nah, memang orang sering menyebutnya "Dunia hanya sebesar daun kelor", atau "It's a small world". Tetapi ternyata benar-benar dibutuhkan usaha ekstra untuk menjelaskan mengapa dunia itu dikatakan kecil.

-original post: godril-

Tuesday, October 04, 2005

Marhaban Yaa Ramadlan

Kayaknya dua hari terakhir di imel ama hp dipenuhi dengan pesan untuk minta maaf, dan parahnya pake aji di-forward atau lewat milis. Jadi sekali ketik, jadilah permintaan maaf untuk puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan orang. Wah, kalau minta maaf segampang itu, apa iya, minta maafnya sungguh-sungguh. Smangat silaturahminya kelihatan semakin terkikis. Betapapun, itu jauh lebih baik daripada gak meminta maaf sama sekali. Celakanya, semua kata indah dan puitis udah dipake ama teman-teman, kan gak lucu klo kita kirim pesan ke seseorang dengan message persis dengan yang orang itu pernah bikin. Paling kita cuman bisa reply: "sama-sama yaaa!!". Skalian nitip, kumohon maaf kepada teman-teman juga klo ada salah-salah kata dan perbuatan, dan smoga smua ungaraners juga saling memaafkan, biar puasanya gak banyak beban.
Kemarin dapat nasehat panjang lebar dari Adi Wiyana, agar ramadhan digunakan sebagai momentum untuk jadi lebih baik (khususnya dalam ibadah), tapi susah banget kayaknya. Ya..smoga lancar aja puasanya, smoga puasa tahun ini lebih baik dibanding yang kemarin, dan smoga kita semua bisa menjadi orang yang bertaqwa. Smoga kita bisa lebih bisa mengendalikan diri kita.
Ada yang jihad pake M-16, AK-47, c4, atau sekedar belerang dan keberanian untuk meledakkannya
Ada yang jihad dengan berkeliling dunia mendakwahkan agamanya
Ada yang jihad lewat mempelajari agama dengan tekunnya
Ada yang mengatas namakan jihad untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya
Sekarang saatnya untuk jihad yang paling agung
Selamat datang di arena peperangan yang sebenarnya!!!
Selamat berpuasa!!!

Saturday, October 01, 2005

Manusia setengah setan

Semalam, si brengsek A.R.B. ngumumin harga BBM naik, yang klo ditotal rata-rata naik 125%. Dan gilanya, prosentase kenaikan yang terbesar adalah untuk minyak tanah (barang yang dikonsumsi masyarakat kecil) naik dari rp. 700 menjadi rp. 2000 perliter, jadi naik hampir 300%. Klo dulu digembar-gemborkan bahwa subsidi BBM hanya menguntungkan orang kaya, sekarang bisa dilihat, sebenarnya pencabutan subsidi menyengsarakan siapa? Tetap aja rakyat kecil jadi korbannya. Para petinggi itu sebenarnya tidak sedang menyelamatkan bangsa, tapi menyelamatkan kepentingan mereka sendiri. Dan rencananya mulai Januari 2006, harga BBM akan naik secara berkala 3 bulanan hingga semua subsidi BBM tidak ada sama sekali. Dan pada saat itu, datanglah para penjual BBM dari luar negeri mencari untung di negeri ini. Klo sekarang mereka jualan di sini, jelas tidak laku karena gak bisa jual bbm semurah pertamina yang disubsidi pemerintah. Jadi yang diuntungkan adalah perusahaan semacam caltex, BP, dll yang meminjam tangan IMF untuk menekan Indonesia guna mencabut subsidi BBM.



Tadi pagi, keluarga di Gunungpati nelpon betapa usaha kecil mereka begitu lesu saat BBM dikabarkan akan naik, apalagi jika sudah naik seperti sekarang ini. Ibu yang jualan makanan kecil-kecilan jelas harus keluar uang lebih banyak untuk bayar minyak tanah, sedangkan jumlah pembeli semakin sedikit karena mereka memilih untuk masak sendiri atau ngirit. Jelas menaikkan harga makanan yang dijual, bukanlah solusi yang tepat, karena pembeli akan semakit sedikit. Hal yang sama juga terjadi pada bisnis kakakku. Tapi mereka cukup sabar dan cuman berkata bahwa rejeki itu sudah ada yang mengatur. Dalam hati aku berkata, semoga Tuhan juga sudah mengatur neraka yang terburuk untuk presiden dan wapres, anggota kabinet, parlemen dan siapa saja yang mengakibatkan penderitaan rakyat negeri ini makin parah.
Pagi tadi, tukang ojek langgananku ogah menaikkan harga, dan merasa gak enak untuk menaikkannya. Aku tahu hidup mereka juga susah, karena kebanyakan tukang ojek itu adalah perantauan, tapi mereka masih punya naluri untuk tidak menyusahkan orang lain. Kupaksa dia untuk menaikkan ongkos ojeknya sekitar 30%, walaupun sebenarnya itu masih terlalu kecil. Andai saja pemerintah sekarang mempunyai toleransi seperti tukang ojek, masih ada rasa tidak enak untuk menaikkan harga...sayang pemerintah ini bukan hanya tuli, tapi hatinya sudah membatu...
turunkan harga secepatnya...
berikan kami pekerjaan....
tegakkan hukum setegak-tegaknya...
Adil dan bijak, tak pandang bulu...
pasti kuangkat engkau, menjadi manusia setengah dewa...
begitulah omongannya iwan fals. dan karena tidak ada satupun yang terwujud, maka kaungkat mereka, para pemimpin itu sebagai manusia setengah setan...atau bahkan lebih kejam dari setan.
Ya Sang Maha Pengampun, ampuni sumpah serapahku, tapi kabulkanlah...
Pagi ini upacara kesaktian Pancasila di kantor, tapi kayaknya gak sakti lagi, kenaikan bbm ini lebih mengerikan dari film G 30 S / PKI.

Monday, September 26, 2005

Selingan

Kepada yang terhormat, bapak John Davis beserta rekan, dipersilahkan untuk membawakan sebuah lagu. Waktu dan tempat kami persilahkan....




posted by: godril

Friday, September 23, 2005

BAB I pasal 3

ALKISAH, di sebuah jaman dan di suatu tempat, hiduplah seekor naga dan seekor ular yang memiliki cara pandang yang berbeda. Tetapi walaupun begitu mereka adalah sepasang sahabat. Pekerjaan keduanya adalah membangun benteng untuk sebuah kerajaan yang menginginkan pertahanan. Kadang-kadang keduanya sering berbeda pendapat tetapi pada akhirnya rujuk kembali. Pernah suatu kali ketika mereka mengitari bumi dan menemukan tempat yang indah di bawah lereng, si ular yang menyukai kesederhanaan cara pandang berkata "Wah, gunung ini indah, banyak hutan yang membuatnya berwarna hijau, akan kubuat beberapa lorong di bawahnya agar air tidak mengikis permukaannya, sehingga hijaunya bertahan sampai lama." Dan sang naga yang memiliki ketajaman pemikiran sampai menembus inti bumi pun berkata, "Di dalam gunung itu menunggu lahar yang siap membunuh semua yang datang padanya karena tertarik dengan pemandangannya, mungkin harus kubangun bendungan yang megah dan kokoh untuk menahan lahar sehingga gunung tersebut tetap indah adanya." Demikianlah kesaktian keduanya, si ular menyukai keindahan sebuah keindahan susunan di belakang sebuah bentuk, tetapi si naga lebih suka memperindah bentuk sekaligus membangun susunan pertahanan dibaliknya, walaupun tak sekuat susunan pertahanan si ular, dan bila keduanya digabungkan, maka tak ada kekuatan yang merangkak di atas bumi ini yang mampu menandingi.

Suatu hari sang ular bertandang ke tempat persemayaman sang naga, yang pada waktu itu ternyata sang naga sedang menuliskan kitab dengan menggunakan lidah apinya yang terpancar dari hatinya. Oh ya aku lupa mengatakan bahwa keduanya suka sekali menulis kitab tentang hidup, sang hyang widi, dan alam semesta. "Wahai naga sahabatku, sedang apakah engkau?" Sang naga pun berbalik tersenyum sejenak dan meneruskan memuntahkan jilatan api untuk membentuk huruf-huruf di atas sebuah lempeng batu, "Seperti biasa kisanak, aku sedang menuliskan gelora hatiku, apa kabarmu?" Sang ular pun mengambil tempat di sebuah lereng gunung untuk melingkarkan badannya sambil melihat tulisan-tulisan sang naga yang sedang asik di menari-nari di dataran gunung sebelah timurnya. "Ah kudengar kau sedang membangun sebuah benteng, kisanak? Bagaimana perkembangannya?" tanya sang ular kepada sang naga. Sang naga pun berhenti sejenak dan termenung sambil bergumam, "Ah, dasar jendral bodoh! Dengan upeti yang diberikannya kepadaku, aku sanggup membuat sebuah benteng yang cukup besar dari emas permata, yang di dalamnya bisa kusiapkan semua bandil dan panah api, dan tak dapat diruntuhkan, walaupun benteng itu mungkin tidak terlalu besar. Tapi aku jamin kuat! Ah mereka malah meminta sebuah benteng yang nampak megah dari papan kayu, mereka hanya ingin tampak megah dan berharap musuh akan gentar dengan pemandangan seperti itu, sehingga bisa menikmati sisa emas yang diperuntukkan untuk membangun benteng. Sebuah taruhan terlalu mahal bagiku, hanya untuk mengenyangkan perut mereka!" Dengan sedikit luapan amarah sang naga menjelaskan panjang lebar apa yang terjadi. "Hm," gumam sang ular, "ternyata tak hanya diriku yang menemui beberapa orang yang merasa nyaman dengan kepalsuan, kisanak." Sang naga pun menoleh, "Jadi kisanak pun menemukan orang-orang bodoh seperti itu? Di mana?" sang naga agak sedikit penasaran. "Ya benar, ada banyak, masih satu negeri dengan kerajaan yang kau cemooh itu kisanak, di kerjanaan sebelah utara sana. Berharap aku membangun sebuah gorong-gorong dan pertahanan yang murah, dan berharap musuh gentar dengan pertahanan kosong itu, yang sebenarnya hanya dengan satu ketapel sebesar gunung kecil ini mampu merobohkan semuanya dalam sekejap. Yang membuatku sedih, bahkan mereka sebenarnya cukup mampu untuk membuat benteng 4 kali lebih kuat dari buatan kita, dengan semua hasil bumi kerajaan tersebut." Sang naga pun melingkarkan ekornya ke lereng gunung dan tidak mengacuhkan kitab nya, untuk menanggapi sang ular, sambil tertawa lirih berkata, "Hehe, jadi benar ya, negeri ini hanya suka seusuatu yang nampak megah, dan berharap bahwa musuh akan gentar dengan melihat benteng yang hanya terbuat dari papan kayu itu, sementara mereka menghibur diri dengan upacara-upacara mengenyangkan perut dan minum tuak?" "Yah begitulah.." jawab pendek sang ular. "Kisanak..", sang naga memanggil sang ular. "Ya ada apa?" "Sudah lama kita tidak bermain bukan? Bagaimana kita bermain sejenak?" sambung sang naga agak bersemangat. "Ah baiklah, mungkin itu usul yang cukup bagus untuk melampiaskan kemarahan kita." sambut sang ular penuh semangat. "Marilah kisanak!" Dan sang naga pun sudah mengambil posisi menyerang di atas samudra, sedangkan sang ular sudah mengangkasa mempersiapkan taring-taringnya di atas sebuah lembah yang besar, dan kilat serta gemuruh badai pun melanda sekitarnya. Mereka melatih kesaktian mereka untuk kesekian kalinya, untuk melindungi sang bumi pertiwi dari serangan musuh yang lebih besar, yaitu diri mereka sendiri pada saat dilanda keangkaramurkaan, keserakahan, ketamakan, dan kelicikan. Dan benteng-benteng yang terbuat dari papan tipis itu pun luluh lantak terkena libasan ekor sang ular, dan gorong-gorong tanah liat itu pun longsor terkena jilatan api sang naga.... namun tak ada satu nyawa pun tercabut. Ya.. mereka hanya ingin menunjukkan betapa bodohnya orang-orang itu.

-godril-

Thursday, September 22, 2005

Aku Males...

Rabu, 14 September 2005

Rabu ini, kerjaan semua terbengkalai. rasanya males banget mau nyelesaiin, maklum teman-teman malah banyak yang nge-game. Pemandangan yang harusnya "aneh" di kantor yang notabene perusahaan BUMN, tapi ternyata hal tersebut memang nyata-nyata terjadi di sini. seharian aku harus merasa enjoy dengan semua pemandangan ini. lebih baik kubuka-buka buku aja membaca kembali baik cerita maupun manual peralatan yang mungkin menambah kemampuanku mengenai pekerjaan.Siang mulai masuk, kulihat jam menunjuk angka 12 lebih. Nah pikirku, saatnya makan siang, jadi aku langsung pulang (rumah dekat gitu loh... sekitar 300m) dan kukendarai motor honda'94 ku yang kukirim dari semarang (jaspro gak ada tahun ini jadi gak jadi beli motor sendiri hehe) sampai rumah dan ...... makan!Tepat pukul setengah dua aku ada di bengkel, ruang kerjaku yang menurut istriku "sangat berantakan" dan "tidak teratur". Aku langsung naik ke ruang bosku untuk melaporkan kerjaan yang mau aku lakukan ke Bengkulu. Bosku bilang akan dipertimbangkan dulu, maklum kerjaan butuh 10 hari, perlu 2 mobil dan melibatkan 500kg-an kabel dan peralatan lain. Belum lagi anggaran yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu termasuk uang jalan beserta uang minyaknya. Bosku kemudian berkata,"Pak Dwi, Saya terima dulu jadual ini nanti Saya koordinasikan dengan bagian kendaraan dan keuangan. Tetapi Saya dapat info bahwa nanti akan ada kendala dengan kas!". "Maksudnya,Pak?", tanyaku. Bosku njawab," begini, uang kas kita belum dapat dropping dari P3B. Dan ditanya ke P3B Sumatera katanya juga belum ada dropping dari pusat (jakarta), dan kondisi sekarang kas tinggal 8 jutaan". Aku kemudian turun termenung sambil berfikir kenapa kok unit sebesar kantorku yang ngurusi pengaturan listrik dari ujung lampung sampai bengkulu (hampir separo sumatera gitu loh) gak punya duit. Sampai di bawah kudengar info dari Asmen TU mengatakan bahwa kas tinggal 8 jtaan.Semakin maleslah aku.....Oh kantorku.................maaf 'kere' (baca: ora sugih).Sore kusempatkan sejenak lihat blogspot ungaraners, eh taunya ada artikel dari mas Bagus. Gak ngerti lagi aku apa maksudnya, maklum makin lama males makin oon. Gak tau tuh apa hubungannya antara epilepsi, sama Lestari (yang satunya disensor.) Yang kutahu epilepsi ya epilepsi dan lestari ya lestari (prinsipium identitas). Tapi kalo mau dihubungkan mungkin ada. Epilepsi itu penyakit dan Lestari itu bugil, trus lestari kena penyakit, epilepsi kali. Nah sekarang ada hubungannya, jadi Lestari kena epilepsi. Nah itu jelas hubungannya dan cocoooooook tenan. .......................dan tertawalah aku sendiri.dasar wong edan, pikirku dalam hati.Maka berlalulah hari ini dengan tenang.Peace alias piiiiiiisssssssssssssssss kabeh.......hehe.

by: Dwi Asta

Monday, September 19, 2005

Katresnan Salah Panggonan

Mendung angendanu ngebaki awang awang kutho Jogja, kang wektu kui wetoro jam 2 awan. Aku kang lagi wae meduk seko kreto jurusan jakarta-jogja amung iso mbatin, "kutho khang tak tinggal sajroning 10 tahun saiki kahanane bedo banget rikolo tak tinggal biyen". Alon alon aku mlaku mengidul ngliwati dalan malioboro kang dek biyen iseh sepi seko kendaraan. Onone becak, andong, pit onthel, sepeda motor kui wae iseh siji loro kang nduweni.

Malioboro kok dadi rame koyo ngene gek neng ndi kui wit witan kang ono tengah dalan kang biyen ngadeg, koyo nantang sopo sing iso ngembrukke wit-witan kui. Nanging saiki malioboro anane amung toko, mall, lan poro pedagang kang ngebaki trotoar pinggir dalan Malioboro. Nanging jaman gelem ra gelem kudu owah, majuning jaman.


Aku kang ora ngerti aku kudu numpak opo yen arep neng desaku, kepekso aku takon marang bapak polisi neng ngarep pos polisi. " nyuwun sewu pak, menawi bade teng ndeso XXX meniko ngagem bis jalur pinter nggih, pak ?", aku takok kanthi ngati ati. "Oooo mas e numpak jalur 4 mawon, mangke mandap wonten prapatan XXX ", pak polisi sajake wong jogja asli, ketero iso boso alus. "Matur nuwun pak.", aku lungo lan age-age numpak bis jalur 4.

Sak dalan-dalan aku namatake kahanan kuthaku kang wes akeh banget bedane. Ora kroso aku kelingan kedadean khang dak alami 10 tahun kepungkur kang ndadekake aku lungo seko desaku. Ora kroso atiku deg-degan gek dekke uwes duwe anak piro yo? Ah, embuh sing penting aku bali arep sowan bapak-ibu wes suwe aku ora sungkem karo penjenengane kekalih, gek ora iso mabayangke kapangku marang bapak kaliyan ibu.

Nanging atiku tetep ora iso nguwali roso kang saiki tak roso awit aku kelingan jamane semono, dek aku iseh SMA. Kenyo kang iso gawe getering atiku, yo kenyo kui katresnanku kang kaping pisan.

"Rika, aku mengko oleh dolan nggonamu ora.?"aku mbengok amargo Rika wes arep metu seko gerbang sekolah. Rika noleh, namatke aku kanthi mripat kang tajem, dewekke mbengok ugo, "oleh kok, jam piro lehmu arep dolan neng nggonaku ?".

Aku mangsuli," mengko bar isyak yo?".

"Yo, mengko tak tunggu", Rika mlayu nututi bis kang biasa di tumpaki.

Wengine aku dandan ben ketok nggantheng neng ngarepe Rika, aku kang biasane ora nganggo wangi-wangi, wengi kui kepekso aku nganggo wewangian nggone mbakyuku. Aku nylih motore masku, yo motor tuwo, nanging cukuplah timbang numpak pit onthel.

Tekan ngarep omahe Rika aku dodok dodok lawang, kahanan omah wektu kui sepi, lampu ngarepan murup nanging ora patio padhang. Lawang di buka, sing mbuka Rika dewe. Pas lawang mbuka aku mambu wangi kembang melati kang ndadekke irungku kembang kempis.

"Ayo mlebu, kok malah ndomblong to.??" Suarane Rika ngagetake aku.

"Eh..ehh?. matur nuwun ..kok sepi Rik..??", aku takon.
?Iyo bapak karo ibu tindak neng suroboyo, soale mbayuku arep ngalirake , dadi yo aku mung di kancani Mbok yem, kui wae wes turu kae?, wangsulane Rika.

Wektu semono Rika nganggo kaos kuning tipis, kathok cekak, ndadekke awak kang weweg cetho, pancen Rika kang ayu, ndadekke atiku kok dadi ora kepenak koyo ngene.
Aku mung iso nglirik kahanan ono ing ngarepku. Rika mesem weruh aku kang ora jenak, amargo seko kahanan kang aku dewe dari ora kepenak. Alon alon Rika nyeraki aku.

"Antok, kok meneng wae to.?" Rika kondo kanthi alus. Aku soyo ora karu-karuan, atiku tambah deg-degan.
"o..o..ora popo kok, Rik", aku wangsulan sak kecekele.
"Rene to rodo cerak rene, ojo adoh adoh, bengi iki kok kroso adem yo?", kandane Rika meneh. Aku ora iso kumecap, awit Rika ngerti ngerti wes ngrangkul aku, lan mepetke awake kang weweg. Dadane Rika kang empug nemplek neng dadaku. Aku ora kroso males rakutane Rika, karo aku ngarasi lambene khan abang, tipis, koyo permen kang manis rasane. Tanganku ugo ora gelem kalah, kanthi cukat trengginas ngelusi dadane Rika. Soyo suwe kahanan kui soyo ndadi. Aku lan Rika wes ora eling meneh kedadeyan sak banjure amargo wes kedereng roso pangsoro kang nikmat ngebaki kabeh awakku lan awake Rika.

Langit wes katon padang amargo srengenge wes ngancik wanci jam 10. Lamat-lamat aku krungu suaranae bocah bocah kang rame. Kriyip-kriyip aku tangi. Lha dalah neng ngendi iki aku? Aku bingung lan ora biso opo-opo. Aku kang turu ono satengahing kuburan di rubung bocah bocah cilik. Banjur klambiku karo kathokku endi? Aku bingung ora iso kumecap, isin, bingung, lan roso kang ora iso tak gambarke campur dadi siji.

Seko kadohan Pak kyai marani aku.

"Le, kowe wes keno godo wewe sing tunggu kuburan iki, mulo kowe kudu ngati-ati yen liwat dalan iki", ujare pak kyai. Aku banjur di terke bali sak wise di ombeni wedang putih seko pak kyai.

Amargo kedadeyan kui aku karo bapak banjur di titipke paklikku neng kutho Jakarta, ben aku ora kelingan terus marang kedadean khan gawe githok mengkirig.

"Prapatan xxx, prapatan xxx,?", bengokke kenek bis kota.

"Kiri mas,..!!" aku age age medun seko bis kota. Selak kangen bapak karo ibuku.

-godril-

Komunike BAB I - ayat 2

Malaikat itu nampak lagi seneng banget. Si fulan cuma diam saja, enggan bertanya, dan memulai pembicaraan dengan tema lain.

fulan: eh.... bentar lagi dah puasa ya...
malaikat: iya...cepet ya setahun...
fulan: ho oh... ah .. puasa lagi...
malaikat: kayaknya lo ga seneng?
fulan: bukan getuw, cuma...
malaikat: takut lemes? takut ga kuat?
fulan: ho oh... gitu dee..
malaikat: ah siba... biasanya lo jg kalo ngantor ga pernah sarapan.. lupa minum.. ntar maghrib baru brangkat ke warung. Tuh kuat...
fulan: ....ya.. tapi....
malaikat tapi kenapa? beda ya? sebenernya sama aja kok.. lo aja yang dibikin beban sendiri
fulan: beban sendiri gimana?
malaikat: ya faktor pemberatnya ya di lo sendiri itu, terlalu mikirin dan khawatir ntar kalo kamu ndak kuat gimana.. ntar kalo kamu haus gimana, ntar kalo kamu laper gimana...nyatanya toh lo tiap hari telat makan juga oke...
fulan: oh.. giitu ya?
malaikat: yo'i mannnn! (manusia maksudnya...)
fulan: eh eh.. lo pada ngapain kalo mo masuk puasa gini...
malaikat: jaga stamina, man... jaga stamina... kita-kita mo muter-muter, di suruh boss buat nyampein paket buat yang pada puasa.... cihuy!!!
fulan: heheh.. seneng loe ye..
malaikat: iyee donk.. my fav event man...
fulan: paket apaan si?
malaikat: pahala, man...
fulan: ooo....
malaikat: mau?
fulan: oh tentuuu!!!
malaikat: eit.. ibadah dulu mas boi..worship.. worship...
fulan: hehehe.... asik... ntar kalo gw mo ibadah.. dapet banyak ngga paket nya?
malaikat: mmm... (sambil menghitung)..... wah.. dikit paling .... napa?
fulan: yaaahh.. kok dikit???
malaikat: yah elooo...maunya ibadah kalo dapet persenan.. dodol. Ogah lah...
fulan: lah trus?
malaikat: lah kalo lo mang niat ibadah ya ibadah aje... ga usah mikir pamrih, man!!! Hari gini, ibadah masih mikirin pamrih??? Basi!!
fulan: oh .. i see.. i see
malaikat: ntar di kasi surprise deh.. tapi jangan ditunggu. Oke? Udah ga usah mikirin pamrih... repot sendiri lo ntar...
fulan: hmh....
malaikat: dah ah.. cabut dulu.. see ya in da house man (sampe ketemu di masjid maksudnya) ! Ramadhan is in da house!
fulan: yoi... take care...

si malaikat tampak gembira sekali, dan dan si fulan pun menata hati, meneruskan pekerjaannya hari ini sampai maghrib tiba.

-original post: godril-

Wednesday, September 14, 2005

Aku dan Tuhan (babak satu)

Sesi dialog ini terjadi di suatu tempat, di suatu waktu, dan berlangsung abadi. Nah, ini aku capture buat share saja.


Aku: Hm... (desah bosan)
Tuhan: Hm juga...
Aku: Lho.. Tuhan di sini juga toh? Sejak kapan?
Tuhan: Lho.. Aku sudah di sini sejak dulu...lha kamu kok di sini?
Aku: Eh iya ya.. aku kok di sini...
Tuhan: Sebab Aku lah yang menaruhmu di sini.
Aku: Hah? Iya toh? Kok aku ngga nyadar?
Tuhan: Kamu kapan mau nyadar? Kalian manusia ini memang tidak bisa sadar, atau emang sengaja gak mau nyadar. Kamu kenapa mukamu berantakan gitu?
Aku: Nda tau lah, kerjaan ku dah selesai, hari ini target terpenuhi...Senangnyaaahh...tapi aku ndak tau sekarang mau ngapain lagi...
Tuhan: Oh.. lagi seneng ya? Napa seneng?
Aku: Ya karena akhirnya dengan usahaku aku bisa kerja layak, dengan otakku aku bisa menghasilkan rejeki....banyak lah...
Tuhan: Oh menurut mu begitu?
Aku: Emang begitu kan?
Tuhan: dasar moron...
Aku: lho kok sewot?
Tuhan: Apa pekerjaanmu yang sukses?
Aku: marketing kan? mosok Tuhan ndak tau?
Tuhan: trus dari dulu.. kamu belajar apa?
Aku: OS, TCP/IP, fisika, matematika...
Tuhan: emang ada hubungannya sama marketing?
Aku: ........
Tuhan: kalo Aku membiarkanmu mengandalkan itu, hari ini kamu ga ada di sini ngetik blogmu yang bodoh itu. Aku memberikan mu jalan, Aku memberikan mu kesempatan yang tidak pernah kamu bayangkan. Aku memberimu nafkah, Aku memberikan kesehatan padamu, bahkan... Aku membuatmu seganteng ini dan kamu bilang itu berkat usahamu ???
Aku: ................ (terdiam ngga bisa omong apa2)
Tuhan: Aku ambil balik aja ya.
Aku: Woh!!! Jangan donk Tuhaaann!!!!! Ih tega deh!!!!
Tuhan: Habis kamu ga tau diri gitu sih!!!
Aku: iya deh.. iyaaa.. ntar aku shalat...
Tuhan: Huh! Kalian ini! Maunya ibadah kalo Aku ancem.. ngakunya aja cinta sama Aku! Kalo begini sih binatang masih lebih baek dari kalian.
Aku: iya deh iyaaa... sori.. sori.. jangan marah ya.. plisss...
Tuhan: .....
Aku: ... plis ya...
Tuhan: .....
Aku: kok diem.. marah ya?
Tuhan: .....

Dan tanpa aku sadari ... Tuhan sudah kembali ke arsynya, memutuskan untuk tetap memilahara aku dan yang lainnya.....
(bersambung)

-original post: godril-