Tuesday, May 10, 2005

Intermezzo...

Sejarah Ungaran dimulai sekitar 5 abad yang lalu, waktu itu Ki Pandan Arang II atau dikenal juga dengan Raden Panji Kasepuhan berkuasa sebagai Bupati Semarang yang pertama dibawah kerajaan Pajang yang dipimpin oleh Hadiwijaya. Ki Pandan Arang ini juga nantinya akan terlibat dalam sebuah cerita yang melahirkan kota Salatiga. Dia, istrinya, seorang perompak dan Sunan Kalijaga lah inti dari legenda berdirunya Salatiga.

depan rumahnya ary kusuma ya?

Setelah sekian abad dalam pemerintahan Hindia Belanda, Kabupaten Semarang dipisah menjadi 2 bagian. Satu pemerintahan adalah kabupaten yang tentunya dipimpin oleh Bupati dan satu pemerintahan lagi disebut pemerintahan kota yang dipimpin oleh burgenmester. Hal ini terjadi sekitar awal abad 20. Bupati yang berkuasa saat itu adalah RM Soebiyono.

Setelah merdeka, sejarahnya berlanjut. Ibu kota kabupaten Semarang berada di Kanjengan, yang nota bene adalah wilayah kota Semarang. Karena kota Semarang mempunyai pemerintahan sendiri, maka muncul ide untuk memindahkan Ibu Kota Kabupaten Semarang ini keluar dari wilayah Kota Semarang. Pemindahan ini sukses dilaksanakan pada akhir dasawarsa 1960-an. Bupati yang berkuasa saat itu adalah Iswarto. Ibu kota Kabupaten Semarang dipindah ke Ungaran, yang sebelumnya hanyalah sebuah kawedanan. Sejak saat itu, praktis sedikit demi sedikit secara de facto, ibukota kabupaten berada di Ungaran. Namun secara de jure baru disahkan pada tahun 1983 pada masa pemerintahan Bupati Susmono Martosiswoyo. Jadilah Ungaran sampai dengan sekarang ini, tapi kenapa dinamai Ungaran ya, klo semarang kan artinya asem arang (jarang pohon asem) salatiga katanya berarti salah tiga, karangjati artinya tanah yang banyak pohon jati, jatingaleh artinya ada pohon jati yang berpindah tempat (karena soil creep) trus artinya ungaran ?
Whuaaaaah ngantuk mikirin sejarah, berhubung ditulis berdasarkan berbagai sumber dan sedang terkantuk-kantuk, tolong dimaafkan kalo ada kesalahan.

No comments: